Inao Jiro Manager JKT48 Di temukan Gantung Diri Di Kamar Mandi

Print More

Berita heboh terjadi ketika santer diberitakan manajer idol group JKT48, Inao Jiro,bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya pada Selasa (21/3/2017) sore.

Jiro dia warga negara (WN) Jepang yang lahir pada 11 Juli 1969. Tidak hanya aktif sebagai manajer, Jiro pun pernah tampil sebagai pembicara bersama 34 tokoh lainnya di bidang digital dan startup.

Dia sempat jadi pembicara dalam acara digital Indosat IDByte 2015, yang diselenggarakan pada 30 September-2 Oktober 2015, dengan tema 'Monetizing Music 2.0'.

Dalam seminar itu Jiro menerangkan konsep idol group JKT48, member, kegiatan yang dilakukan, serta mengembangkan JKT48 sebagai grup besar.

Inao Jiro (detik.com)

Sebelum meninggal pada Selasa (21/3) sore, Jiro diketahui kerap hadir dalam acara untuk menyampaikan pengumuman di hadapan fans terkait dengan JKT48.

Momen terakhir pengumuman dari Jiro di hadapan fans JKT48 terjadi saat acara Sousenkyo JKT48 2017 untuk menentukan member yang akan ada di single ke-17. Acara tersebut berlangsung pada 18 Maret 2017. Jiro pun hadir untuk memberikan pengumuman siapa-siapa saja nama yang masuk tim.

Selain Sousenkyo, masih di bulan itu juga, Jiro hadir di hadapan fans dalam acara Handshake Festival — 'Saikou Kayo-Luar Biasa' di Ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan.

Momen itu salah satunya yang diabadikan dalam video yang diuploud oleh akun Fujiwara di YouTube. Tampak Jiro mengenakan blazer berwarna hitam dengan kaus berwarna yang sama.

Inao Jiro dengan sapaan Jiro San ditemukan sudah menggantung di kamar mandi rumahnya pada Selasa (21/3) sore. Jasadnya ditemukan oleh istri dan pembantunya.

Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP H Mansuri mengatakan motif bunuh diri yang dilakukan Jiro adalah beban kerja yang terlalu berat.

AKP Mansuri — "Motif karena beban kerja terlalu berat. Pekerjaan generalisasi manajer JKT48" .

Polisi telah memeriksa 3 saksi, yang terdiri dari petugas keamanan dan pembantu. Pihak keluarga sendiri belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami shock. [HM/detiknews]